Pandemi Corona: Pembawa Perubahan Struktur Tata Ruang Dalam Perencanaan Wilayah Kota

Pandemi corona membuat struktur tata kota ruang terkena dampak dan mengalami perubahan. Indonesia sedikitnya mengalami kesulitan dalam hadapi pandemi


Hallo sobat ilmuan!! Kali ini ada sedikit opini mengenai pandemi yang terjadi saat ini. Sebelumnya, penulis memohon maaf jika terdapat tutur kata yang tidak berkenan karena penulis hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Pandemi corona yang terjadi belakangan ini sedikitnya membuat struktur tata ruang di wilayah yang terdampak akan mengalami perubahan. 

tidak hanya itu, kehidupan masyarakatnya-pun demikian akan mengalami perubahan. Menurut Andy Simarta, ketua umum Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) bahwasannya ada sejumlah poin yang perlu dipebaiki dalam perencanaan tata ruang kota. Dalam merencanakan kota sehat, bukan hanya soal merancang lingkungan kota yang sehat dan menyehatkan warga kotanya, tetapi juga mempersiapkan kotanya untuk kuat mengarungi badai pandemi dengan dampak seminim mungkin. “dengan dampak minim dan pemulihan kota secepat mungkin”, ujarnya dalam siaran pers. 

Pemerintah sendiri sudah melakukan berbagai upaya dengan cara karantina wilayah untuk menekan penyebaran covid-19, sudah banyak Negara maju lainnya yang telah mengeluarkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown karena dianggap sangat efektif untuk menekan angka penularan atau penyebaran covid-19. Tetapi di Indonesia sendiri, hal tersebut tidak berjalan dengan baik dan efektif  karena hingga saat ini masih banyak pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. 

Indonesia dirasa gagal dalam menangani masa pandemi corona ini, karena kurangnya cepat tanggap dari pemerintah untuk menutup perbatasan wilayah saat ada warga negaranya terkonfirmasi positif covid-19 dan melakukan pengecekan orang kerabat yang setidaknya terjadi kontak dengan pasien tersebut.

Maka dari itu, presiden jokowi langsung memerintahkan larangan kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan sosial yang sifatnya khalayak keramaian yang disebut sosial distancing. 

Indonesia akan mengalami masa-masa yang sangat sulit dikarenakan Indonesia belum terbiasa dengan bencana yang tidak terlihat seperti ini, maka dari itu Indonesia harus siap menghadapi realita yang akan terjadi kedepannya salah satunya ketahanan (resilience), yaitu sebuah konsep yang dinamis karena didalamnya terdapat faktor stress maupun shock, dampak dari itu semua tidak dapat dipisahkan sebab, dengan keadaan ekonomi yang sekarang sedang goyah membuat dimana sektor informal yang sangat terdampak terhadap kesehatan, daya beli masyarakat dan penyerapan.

Selain itu menurut Adnin Musadri Asbi, S.Hut., M.Sc, dosen dibidang keahlian disaster management mengatakan untuk menangani tekanan tersebut hal yang paling umum dilakukan adalah pembatasan fisik (physical distancing) dengan tiga cara strategis peningkatan ketahanan yaitu, dilakukannya pemberdayaan masyarakat, pengendalian pergerakan, dan pembentukan ruang dengan skala kecil. Kepadatan penduduk menjadi sumber dasar penyebaran virus corona karena semakin padatnya warga di wilayah tersebut maka rentang akan terjadi penyebaran virus yang sangat meluas. 

Pandemi corona ini menjadi momentum kedepannya untuk wilayah yang sedang dalam rencana pembangunan jangka pendek maupun panjang, karena dengan demikian wilayah tersebut dapat menyusun rencana pembangunan dengan baik, berkualitas, sehingga dari pembangunan tersebut dapat terasa tersentuh langsung dalam mengatasi berbagai isu dan tantangan dari waktu ke waktu yang semakin kompleks.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi masa pandemi seperti ini yang terkait dengan perencanaan dan perancanaan wilayah yang skalanya kota di masa depan adalah dengan dilakukan mixed use, compact green, penataan jalur non-motorized, penutupan perbatasan wilayah, semakin bertambahnya ruang terbuka publik dan private, digitalisasi infrastruktur, dan mengevaluasi standar kebutuhan dari sarana prasarana utilitas wilayah kota.

Sementara itu disektor transportasi yang terkena dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dibeberapa wilayah diperlukan penyelamatan sektor yang lemah diantaranya melakukan rekayasa mobilitas, pengembangan teknologi digital dan superapp untuk memudahkan aktifitas di rumah dan pemulihan mobilitas ini dapat dilakukan dengan cara pengadaan subsidi transportasi.

Semoga dengan informasi yang ada bisa menambah wawasan kita dan selalu jaga kesehatan, stay safe selalu yah sobat ilmuan.